Produk ini mengklaim dirinya meningkatkan performa dan efisiensi BBM (sebagai bonusnya). Efek yang langsung terasa setelah pemasangan adalah ruang mesin semakin penuh kabel, karena untuk NBDC saja ada 4 tambahan kabel berukuran besar yang menghubungkan aki ke cylinder head (-), gearbox (-), alternator (+), body (-). Lalu untuk IVS Turbo ada 3 kabel besar lagi yang terhubung ke aki (+ -) dan alternator (+). Belum ditambah dengan Fuel Extra. Cara pemasangan sangat mudah karena tidak ada modifikasi apapun, cukup buka baut saja. Total biaya yang dibutuhkan sekitar 8 jutaan (2 jutaan Nano Air Fuel Extra (3 set), 3 jutaan NBDC, 3 jutaan IVS Turbo), apakah pengeluaran sebanyak itu layak?

O ya, sebelum dilanjutkan. Semua suplemen tadi terpasang di Daihatsu Feroza 1600 EFI, yang juga sudah banyak mengalami modifikasi. Sektor mesin saja sudah oversize 50 dan port polish. Pengapian sudah menggunakan koil MSD, kabel busi MSD, modul XP Power, busi iridium NGK. Filter udara K&N, lalu header 4-1, resonator dan muffler ORD. Dan yang terakhir Feroza ini berpenggerak 4 roda alias 4×4.

OK lalu apa manfaat yang benar terasa dari QMax? Dari yang saya alami dan tanpa rekayasa, akselerasi lebih halus dan ada peningkatan sekitar 5% (mungkin karena beban bagian depan mobil saya yang sudah berlebihan, terpasang Warn Zeon 8 dan bumper custom ARB dengan berat lebih dari 60Kg). Sebelum pemasangan QMax pada kecepatan 100Km/jam RPM berada di 3000, dan setelah dipasang berada di 2800. Artinya ada peningkatan tenaga pada torsi atas sekitar 8%. Nah bagian terpenting (bagi kebanyakan orang) adalah konsumsi BBM, pada awal pengujian di tol dengan kecepatan rata-rata 80Km/jam tanpa macet sama sekali ada efisiensi sekitar 30%, namun rasanya tidak adil jika tidak dicoba pada kondisi normal lalu lintas Jakarta, dan memang benar setelah kembali dicoba efisiensi turun sampai di kisaran 10%.

Pertanyaannya adalah apakah ini layak? Jika dilihat angka rata-rata efisiensi dan peningkatan performa, asumsikan saja diangka 10%. Dan cara hitung yang paling sederhana adalah dari biaya pengeluaran BBM, karena meskipun diklaim memperpanjang usia pakai komponen toh gak secara spesifik disebutkan komponen yang mana. Kita anggap rata-rata pengeluaran 1,5 juta per bulan, berarti 18 juta per tahun. Kita kurangi 10%, jadi 1,8 juta rupiah nilai efisiensi per tahun. Artinya dibutuhan sekitar 4,4 tahun untuk balik modal yang sekitar 8 juta tadi, belum dihitung kenaikan harga BBM yang rasanya dalam 4 tahun juga sudah diatas 10%. Jika targetnya adalah peningkatan performa, bagi saya produk ini direkomendasikan. Namun jika targetnya adalah efisiensi BBM, saya juga merekomendasikan produk ini. Lumayan 1,8 juta setahun bisa untuk nabung beli ban baru atau nyicil upgrade audio. Pilihan ada di dompet anda 

Bagikan halaman ini
Kategori: Otomotif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.